Rabu, 27 November 2013

TADABBUR Al QURAN SURAT AN-NAS



Tadabbur AL QURAN surat an-naas
Oleh : Zaid, S. Pd. I
                                                        


          A.        Terjemah dan Tadabbur setiap kata
  
 
 
Tuhan (yang di sembah)manusia
Penguasa (maha Raja) manusia
manusia
Kepada  Tuhan
Aku berlindung
katakanlah
  
 
membisikkan
yang
Yang bersembunyi
Bisikan pembisik
kejahatan
dari
 
M anusia
para jin
Dari (golongan)
manusia
Dada-dada
Di (dalam)

B.        tadabbur kata-kata penting
Katakanlah. Merupakan kata perintah dari ’Qaala-yaquulu – ’qul’,  yang berarti katakanlah, perintah kepada Rasulullah saw untuk mengatakan dan melafazhkan kalimat berikutnya, yakni kalimat perlindungan kepada Allah swt dengan kesempurnaan sifat-Nya.
Aku berlindung. Berasal dari kata ’aadza-ya’uudzu. Artinya, bersandar dan berpegang teguh. Makna bahasanya adalah menuju sesuatu untuk menghindar dari sesuatu yang ditakuti.
 
Kepada Rabb (Tuhan) manusia. Makna rabb adalah seseorang yang melaksanakan kepengurusan untuk selainnya dan memperbaiki keadaannya. Rabbin-naas maknanya adalah ”Tuhan manusia” yakni pencipta dan pemeliharanya, pendidik dan pembinanya, pengurus segala urusannya, mengarahkannya dan termasuk melindunginya.
 
Penguasa manusia. Yakni yang menguasai dan memiliki semua urusan manusia dengan penguasaan dan pemilikan yang sempurna, berwenang menentukan keputusan dan mengambil tindakan tanpa ada hambatan dan batasan sedikitpun.
  
Tuhan manusia. Dia lah yang layak ditujukan kepada-Nya dengan ibadah, ketundukan dan ketaatan karena Dia satu-satunya yang telah menciptakan dan mengadakan manusia, berkuasa, mengurusi, menjaga, melindungi dan menolak kejahatan terhadap manusia dalam kehidupan ini serta menganugerahkan nikmat yang sempurna dan tak terhingga.
   
Dari kejahatan atau keburukan. Yakni kejahatan dan keburukan yang dimintakan perlindu-ngannya kepada Allah swt setelah meresapi makna dari sifat-sifat-Nya yang sempurna.
Bisikan (syetan). Al-was-was maknanya adalah suara yang sangat halus dan tersembunyi, yang merayap secara rahasia di dalam hati tanpa di sadari. Diungkapkan dalam bentuk kata sifat (masdar) untuk menunjukkan banyaknya dan berkesinambungannya bisikan itu.
Yang bersembunyi. Kata ’khannas’ merupakan bentuk ’mubalaghah’ dari ’ khanuus’ yang berarti kembali, mundur, melempem dan bersembunyi. Khannas berarti memiliki tabiat bersembunyi dan kembali lagi dengan intensitas yang sering atau banyak sekali.
      
Yang membisikkan. Kalimat yang membatasi kalimat sebelumnya bahwa cara kerja syetan yang biasa bersembunyi dalam dada manusia itu senantiasa membisikkan bisikan-bisikan kejahatan atau bisikan yang menjerumuskan pada kebinasaan.
ﮒ ﮓ 
Di (dalam) Dada manusia. Kata yang mengisyaratkan bahwa syetan itu memang telah ada dalam dada/ hati manusia, bukan datang kepada manusia dan membisikkan kejahatan tapi sudah menetap di dalamnya.
 
Dari (golongan) jin. Bisikan kejahatan itu datang dari syetan golongan jin.
Dan manusia. Bisikan kejahatan itu datang dari syetan golongan manusia.
                                                                                               

0 komentar:

Posting Komentar